Tentang Kami

A.4.  Keanggotaan IKATEMI

  1. Anggota IKATEMI adalah Lulusan Akademi Teknik Rontgen, Akademi Teknik Rontgen/Elektromedik, Akademi Teknik Elektromedik, Pendidikan Ahli Madya Teknik Elektromedik, Diploma II Teknik Elektromedik, Diploma III Teknik Elektromedik, Diploma IV Teknik Elektromedik, Sarjana SainsTerapan Teknik Elektromedik, Sarjana Terapan Teknik Elektromedik.
  2. Anggota IKATEMI wajib meningkatkan keahlian bidang teknik elektromedik.
  3. Anggota IKATEMI wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan Keahlian Teknik Elektromedik melalui Sertifikasi Profesi Elektromedis yang direkomendasikan DPP IKATEMI, berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 371/MENKES/SK/Ill/2007 Tentang Standar Profesi Teknisi Elektromedik.
  4. Keanggotaan IKATEMI terdiri atas:
  • Anggota Biasa
  • Anggota Luar Biasa
  • Anggota Kehormatan

A.5.  Keorganisasi IKATEMI

Dalam rangka melaksanakan tugas pokok dan fungsi IKATEMI disusun jenjang kepengurusan sebagai berikut:

  1. Di tingkat Nasional disebut Dewan Pengurus Pusat, disingkat DPP.
  2. Di tingkat Propinsi disebut Dewan Pengurus Daerah, disingkat DPD.
  3. Ditingkat Kabupaten/Kota disebut Dewan Pengurus Cabang, disingkat DPC.
  4. Kekuasaan Organisasi
  5. Kekuasaan Tertinggi Organisasi IKATEMI dipegang oleh Musyawarah Nasional, disingkat MUNAS.
  6. Kekuasaan Tertinggi Organisasi di tingkat Propinsi dipegang oleh Musyawarah Daerah, disingkat MUSDA.
  7. Kekuasaan Tertinggi Organisasi di tingkat Kabupaten/Kota dipegang oleh Musyawarah Cabang, disingkat MUSCAB.
  8. Badan-Badan Khusus
  9. Di tingkat nasional dapat dibentuk Dewan Pertimbangan Organisasi, Majelis Kode Etik dan Dewan Pakar sesuai dengan kebutuhan.
  10. Di tingkat propinsi dapat dibentuk Dewan Pertimbangan Organisasi sesuai dengan kebutuhan.
  11. Dewan Pertimbangan Organisasi berfungsi memberikan pertimbangan kepada pengurus sesuai dengan tingkat kepengurusan dalam rangka pelaksanaan berbagai kebijaksanaan, pengendalian, pengawasan, dan koordinasi yang perlu disikapi oleh IKATEMI.
  12. Majelis Kode Etik berfungsi menegakkan displin dan kode etik profesi, mempertimbangkan dan memutuskan atas dugaan pelanggaran kode etik, memberikan rekomendasi tindak lanjut atas keputusannya kepada pengurus.
  13. Dewan Pakar berfungsi memberikan pendapat, usul, dan saran dalam bidang teknik elektromedik kepada DPP, DPD dan DPC IKATEMI, dalam rangka melaksanakan berbagai kebijakan. Kajian ilmu pengetahuan dan teknologi alat elektromedik yang bersifat strategis berdasarkan kajian ilmiah yang perlu disikapi oleh IKATEMI.
  14. Ketentuan mengenai Dewan Pertimbangan Organisasi dan Dewan Pakar diatur dalam Pedoman Organisasi ditetapkan oleh DPP.
  15. Lembaga otonom merupakan lembaga profesi sebagai badan pembantu kepengurusan, dapat dibentuk di semua jenjang kepengurusan sesuai kebutuhan. Ketentuan mengenai lembaga otonom diatur dalam Pedoman Organisasi yang ditetapkan oleh DPP.